PRINSIP-PRINSIP DASAR ISLAM (2)
Kaidah-Kaidah Penting untuk Memahami Agama Islam Secara Benar

Ini adalah pembahasan lanjutan dari bab sebelumnya (Bab Ilmu)
2. MANHAJ
Baca Lainnya :
Definisi Manhaj:
Metode, tata cara, prinsip-prinsip, kaidah beragama.
Manhaj
Salaf adalah Manhaj Pilihan:
-
Salaf :
Pendahulu. Dalam konteks syar'i, maknanya adalah para sahabat nabi & dua
generasi sesudahnya (tabi’in dan tabi’ut-tabi’in.)
-
Manhaj Salaf : Metode beragama
(memahami dan mengamalkan Islam) sesuai dengan apa yang difahami oleh para
sahabat nabi dan dua generasi setelahnya.
Mengapa Harus Manhaj Salaf? [1]
1. Sesungguhnya salafus
sholih radhiallahu ‘anhu telah nyata kebaikan mereka baik dalam nash maupun
istimbath (ketetapan):
“Dan generasi yang
terdahulu dan pertama-tama (masuk Islam) diantara kaum muhajirin dan anshar
serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah telah ridha kepada
mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka
surga-surga yang mengalir sungai di dalamnya, mereka kekal di dalamnya
selama-selamanya. Itulah kemenangan yang agung.”(AtTaubah:100).
2. Allah berfirman :
“Kalian adalah umat
terbaik yang telah ditampilkan untuk manusia, kalian telah beramar makruf dan
bernahi munkar dan beriman kepada Allah.” (Ali Imran: 110)
3. Maka dari itu
Rasulullah bersabda:
“Sebaik-baik manusia
adalah genersiku, kemudian oran-orang sesudah mereka (tabi’in), kemudian
orang-orang sesudah mereka. Sesudah itu akan datang kaum yang kesaksian mereka
mendahului sumpahnya dan sumpahnya mendahului kesaksiannya.”(HR Bukhari IV/189,
Muslim VII/184-185, Ahmad I/424 dll)
4. Akan lebih jelas lagi,
Allah berfirman :
“Dan demikianlah kami
telah menjadian kamu sebagai umat pertengahan agar kalian bisa menjadi saksi
bagi manusia dan Rasul juga menjadi saksi atas kalian.”(Al-Baqarah:143)
5. Allah berfirman :
“Dan ikutilah jalannya
orang-orang yng kembali kepada-Ku”(Luqman:15)
Semua sahabat radhiallahu
anhum adalah orang-orang yang kembali (dengan ikhlas dan taat) kepada-Nya dan
Allah telah memberi hidayah pada baiknya perkataan dan shalihnya amal perbuatan
mereka.
Oleh karena itu, wajib
bagi kita untuk mengikuti jalan mereka dalam memahami Dienullah, baik dalam
memahami Al-Qur’an maupun As-Sunnah. Allah mengancam orang-orang yang menentang
rasul dan mengikuti mengikuti selain jalan para shahabat (orang2 mukmin pada
waktu itu) dengan ancaman neraka,
6. Allah berfirman :
“Dan barangsiapa yang
menentang Rasul setelah jelas kebenaran baginya dan mengikuti jalan yang bukan
jalannya kaum mukminin, Kami biarkan dia leluasa bergelimang dalam kesesatan
Jahannam dan Jahannam adalah seburuk-buruk tempat kembali.”(An-Nisa:115)
Ayat ini menunjukkan
bahwa Allah telah mengancam kepada orang yang mengikuti selain jalannya kaum
mukminin (yaitu para sahabat, karena mereka adalah orang mukmin yang sebenarnya).
Maka mengikuti jalannya kaum mukminin (para sahabat) dalam memahami syari’ah adalah hal yang wajib dan menyelisihinya
adalah merupakan kesesatan.
7. Dari Abu Musa
Al-Asy’ari radhiallahu 'anhu, dia berkata:
“…Bintang-bintang itu adalah pengaman bagi langit, apabila bintang-bintang itu sirna maka sesuatu akan menimpanya, dan aku adalah pengaman bagi para sahabatku, dan para sahabatku adalah pengaman bagi umatku. Apabila mereka telah pergi maka akan datang sesuatu yang telah dijanjikan kepada umatku. ”(Dikeluarkan oleh Muslim, lihat syarh Nawawi XVI/82)
Bersambung ke Bab 3 (Tauhid)
______
[1] Pembahasan ini merujuk pada risalah yang di Tulis oleh Syaikh Salim
bin ‘Ied Al Hilaly.

