PRINSIP-PRINSIP DASAR ISLAM (2)
Kaidah-Kaidah Penting untuk Memahami Agama Islam Secara Benar

By Miftachul Mahmud 05 Mei 2025, 12:41:59 WIB Kajian Islam
PRINSIP-PRINSIP DASAR ISLAM (2)

Ini adalah pembahasan lanjutan dari bab sebelumnya (Bab Ilmu)

2.      MANHAJ

Baca Lainnya :

Definisi Manhaj: Metode, tata cara, prinsip-prinsip, kaidah beragama.

Manhaj Salaf adalah Manhaj Pilihan:

-           Salaf               : Pendahulu. Dalam konteks syar'i, maknanya adalah para sahabat nabi & dua generasi sesudahnya (tabi’in dan tabi’ut-tabi’in.)

-          Manhaj Salaf   : Metode beragama (memahami dan mengamalkan Islam) sesuai dengan apa yang difahami oleh para sahabat nabi dan dua generasi setelahnya.

Mengapa Harus Manhaj Salaf? [1]

1. Sesungguhnya salafus sholih radhiallahu ‘anhu telah nyata kebaikan mereka baik dalam nash maupun istimbath (ketetapan):

“Dan generasi yang terdahulu dan pertama-tama (masuk Islam) diantara kaum muhajirin dan anshar serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah telah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai di dalamnya, mereka kekal di dalamnya selama-selamanya. Itulah kemenangan yang agung.”(AtTaubah:100).

2. Allah berfirman :

“Kalian adalah umat terbaik yang telah ditampilkan untuk manusia, kalian telah beramar makruf dan bernahi munkar dan beriman kepada Allah.” (Ali Imran: 110)

3. Maka dari itu Rasulullah bersabda:

“Sebaik-baik manusia adalah genersiku, kemudian oran-orang sesudah mereka (tabi’in), kemudian orang-orang sesudah mereka. Sesudah itu akan datang kaum yang kesaksian mereka mendahului sumpahnya dan sumpahnya mendahului kesaksiannya.”(HR Bukhari IV/189, Muslim VII/184-185, Ahmad I/424 dll)

4. Akan lebih jelas lagi, Allah berfirman :

“Dan demikianlah kami telah menjadian kamu sebagai umat pertengahan agar kalian bisa menjadi saksi bagi manusia dan Rasul juga menjadi saksi atas kalian.”(Al-Baqarah:143)

5. Allah berfirman :

“Dan ikutilah jalannya orang-orang yng kembali kepada-Ku”(Luqman:15)

Semua sahabat radhiallahu anhum adalah orang-orang yang kembali (dengan ikhlas dan taat) kepada-Nya dan Allah telah memberi hidayah pada baiknya perkataan dan shalihnya amal perbuatan mereka.

Oleh karena itu, wajib bagi kita untuk mengikuti jalan mereka dalam memahami Dienullah, baik dalam memahami Al-Qur’an maupun As-Sunnah. Allah mengancam orang-orang yang menentang rasul dan mengikuti mengikuti selain jalan para shahabat (orang2 mukmin pada waktu itu) dengan ancaman neraka,

6. Allah berfirman :

“Dan barangsiapa yang menentang Rasul setelah jelas kebenaran baginya dan mengikuti jalan yang bukan jalannya kaum mukminin, Kami biarkan dia leluasa bergelimang dalam kesesatan Jahannam dan Jahannam adalah seburuk-buruk tempat kembali.”(An-Nisa:115)

Ayat ini menunjukkan bahwa Allah telah mengancam kepada orang yang mengikuti selain jalannya kaum mukminin (yaitu para sahabat, karena mereka adalah orang mukmin yang sebenarnya). Maka mengikuti jalannya kaum mukminin (para sahabat) dalam memahami syari’ah  adalah hal yang wajib dan menyelisihinya adalah merupakan kesesatan.

7. Dari Abu Musa Al-Asy’ari radhiallahu 'anhu, dia berkata:

“…Bintang-bintang itu adalah pengaman bagi langit, apabila bintang-bintang itu sirna maka sesuatu  akan menimpanya, dan aku adalah pengaman bagi para sahabatku, dan para sahabatku adalah pengaman bagi umatku. Apabila mereka telah pergi maka akan datang sesuatu yang telah dijanjikan kepada umatku. ”(Dikeluarkan oleh Muslim, lihat syarh Nawawi XVI/82)

Bersambung ke Bab 3 (Tauhid)

______

[1] Pembahasan ini merujuk pada risalah yang di Tulis oleh Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilaly.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment