PRINSIP-PRINSIP DASAR ISLAM
Kaidah-Kaidah Penting untuk Memahami Agama Islam Secara Benar

Pada bagian ini penulis akan membagikan prinsip-prinsip dasar dalam beragama yang merupakan kaidah-kaidah penting dalam menjalankan agama Islam, agar berada di jalan yang lurus dan selamat dari berbagai bentuk penyimpangan.
Berikut
ini 7 prinsip dasar penting yang sudah seharusnya seorang muslim mengetahui
serta memahaminya:
- Ilmu
- Manhaj
- Tauhid
- Ibadah
- Sunnah
- Amar
Ma'ruf Nahi Munkar
- Akhlak
In-Syaa'-Allah penulis akan memaparkan 7 bab tersebut
secara berkala.
Kaidah paling penting dan
mendasar pada bab Ilmu adalah, bahwa ilmu itu didahulukan sebelum perkataan dan
perbuatan. Hal ini sebagiamana dikatakan oleh Imam Al Bukhari salah satu bab di
kitab shahihnya:
Baca Lainnya :
العلم
قبل القول والعمل
"Ilmu didahulukan sebelum perkataan dan
perbuatan."
- Perkara Mendasar yang Wajib Diketahui
(Diilmui):
1. Mengenal
Allah
2. Mengenal
Nabi Muhammad
3. Mengenal
Agama Islam dengan dalil
Tiga perkara ini paling prinsip dan mendasar untuk
diketahui karena akan menjadi pertanyaan ketika seorang hamba masuk ke alam
kubur.
- ·
Keutamaan Ilmu
Syar’I dan Keutamaan Mempelajarinya
Imam
Ibnu Qayyim al-Jauziyyah (wafat th. 751 H) rahimahullaah menyebutkan lebih dari
seratus keutamaan ilmu syar’i. Di buku ini penulis hanya sebutkan sebagian kecil
darinya. Di antaranya:
1.
Orang Yang Berilmu Akan Allah Angkat
Derajatnya [QS Al Mujadilah: 11]
2.
Kesaksian Allah Ta’ala Kepada
Orang-Orang Yang Berilmu
3.
Orang Yang Berilmu Adalah Orang-Orang
Yang Takut Kepada Allah
4.
Ilmu Adalah Nikmat Yang Paling Agung [An-Nisaa’: 113]
5.
Faham Dalam Masalah Agama Termasuk
Tanda-Tanda Kebaikan
6.
Orang Yang Berilmu Dikecualikan Dari
Laknat Allah
Imam
at-Tirmidzi (wafat th. 249 H) rahimahullaah meriwayatkan dari Abu Hurairah
(wafat th. 57 H) radhi-yallaahu ‘anhu, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah
shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Ketahuilah, sesungguhnya dunia itu
dilaknat dan dilaknat apa yang ada di dalamnya, kecuali dzikir kepada Allah dan
ketaatan kepada-Nya, orang berilmu, dan orang yang mempelajari ilmu.’”
7.
Menuntut Ilmu Dan Mengajarkannya Lebih
Utama Daripada Ibadah Sunnah Dan Wajib Kifayah
8.
Ilmu Adalah Kebaikan Di Dunia
Mengenai firman Allah Ta’ala: “Wahai Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia”
Al-Hasan (wafat th. 110 H) rahimahullaah berkata, “Yang dimaksud
kebaikan dunia adalah ilmu dan ibadah.” Dan firman Allah: “Dan kebaikan di akhirat.” [Al-Baqarah: 201]
Al-Hasan rahimahullaah berkata, “Maksudnya adalah Surga.”
9. Ilmu Adalah Jalan Menuju Kebahagiaan
10.
Menuntut Ilmu Akan Membawa Kepada
Kebersihan Hati, Kemuliaannya, Kehidupannya, Dan Cahayanya
11.
Orang Yang Menuntut Ilmu Akan Dido’akan
Oleh Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wa Sallam,
12.
Menuntut Ilmu Adalah Jihad Di Jalan
Allah Dan Orang Yang Menuntut Ilmu Laksana Mujahid Di Jalan Allah Ta’ala
13.
Pahala Ilmu Yang Diajarkan Akan Tetap
Mengalir Meskipun Pemiliknya Telah Meninggal Dunia
14.
Dengan Menuntut Ilmu, Kita Akan Berfikir
Yang Baik, Benar, Mendapatkan Pemahaman Yang Benar, Dan Dapat Mentadabburi
Ayat-Ayat Allah
15.
Ilmu Lebih Baik Daripada Harta
·
Keutamaan
ilmu atas harta dapat diketahui dari beberapa segi:
- 1.
Ilmu
adalah warisan para Nabi, sedangkan harta adalah warisan para raja dan
orang-orang kaya.
- 2.
Ilmu akan
menjaga pemiliknya, sedangkan pemilik harta menjaga hartanya.
- 3.
Ilmu adalah
penguasa atas harta, sedangkan harta tidak berkuasa atas ilmu.
- 4.
Harta akan
habis dengan dibelanjakan, sedangkan ilmu akan bertambah jika diajarkan.
- 5.
Apabila
meninggal dunia, pemilik harta akan berpisah dengan hartanya, sedangkan ilmu
akan masuk bersamanya ke dalam kubur.
- 6. Harta dapat diperoleh orang-orang mukmin maupun kafir, orang baik maupun orang jahat. Sedangkan ilmu yang bermanfaat hanya dapat diperoleh orang-orang yang beriman.
- 7. Orang yang
berilmu dibutuhkan oleh para raja dan selain mereka, sedangkan pemilik harta
hanya dibutuhkan oleh orang-orang miskin.
- 8. Jiwa akan
mulia dan bersih dengan mengumpulkan ilmu dan berusaha memperolehnya -hal itu
termasuk kesempurnaan dan kemuliaannya- sedangkan harta tidak membersihkannya,
tidak menyempurnakannya bahkan tidak menambah sifat kemuliaan.
- 9. Harta itu
mengajak jiwa kepada bertindak sewenang-wenang dan sombong, sedangkan ilmu
mengajaknya untuk rendah hati dan melaksanakan ibadah.
- 1Ilmu membawa
dan menarik jiwa kepada kebahagiaan yang Allah ciptakan untuknya, sedangkan
harta adalah penghalang antara jiwa dengan kebahagiaan tersebut.
- 1Kekayaan ilmu
lebih mulia daripada kekayaan harta karena kekayaan harta berada di luar
hakikat manusia, seandainya harta itu musnah dalam satu malam saja, jadilah ia
orang yang miskin, sedangkan kekayaan ilmu tidak dikhawatirkan kefakirannya,
bahkan ia akan terus bertambah selamanya, pada hakikatnya ia adalah kekayaan
yang paling tinggi.
- 1Mencintai
ilmu dan mencarinya adalah pokok segala ketaatan, sedangkan cinta dunia dan
harta dan mencarinya adalah pokok segala kesalahan.
- 1Nilai orang
kaya ada pada hartanya dan nilai orang yang berilmu ada pada ilmunya. Apabila
hartanya lenyap, lenyaplah nilainya dan tidak tersisa tanpa nilai, sedangkan
orang yang berilmu nilai dirinya tetap langgeng, bahkan nilainya akan terus
bertambah.
- 1Tidaklah satu
orang melakukan ketaatan kepada Allah Ta'ala, melainkan dengan ilmu, sedangkan
sebagian besar manusia berbuat maksiat kepada Allah lantaran harta mereka.
- 1Orang yang kaya harta selalu ditemani dengan ketakutan dan kesedihan, ia sedih sebelum mendapatkannya dan merasa takut setelah memperoleh harta, setiap kali hartanya bertambah banyak, bertambah kuat pula rasa takutnya. Sedangkan orang yang kaya ilmu selalu ditemani rasa aman, kebahagiaan, dan kegembiraan.
Bersambung Ke bagian 2
[1] Pembahasan bab ini merujuk pada “Kitab Al Ilmu” karya Syaikh
Muhammad bin Shalih Al Utsaimin, serta buku “Menuntut Ilmu Jalan Menuju
Surga”, karya Al Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, ditambah sumber lain.

